Fisiologi hewan mempelajari mekanisme kerja fungsi tubuh untuk mempertahankan hidup. Pada tingkat OSN, pemahaman mencakup spesialisasi sel darah, jalur sirkulasi, hingga proses biokimia di saluran pencernaan.
1. Hematologi: Spesialisasi Sel Darah Merah
Sel darah merah (eritrosit) manusia memiliki struktur unik yang dirancang khusus untuk efisiensi transportasi gas pernapasan.
- Eritrosit mereduksi sebagian besar organelnya, termasuk nukleus (inti sel), untuk memberikan ruang maksimal bagi hemoglobin .
- Eritrosit mengandung hemoglobin yang berfungsi mengikat oksigen, berbeda dengan mioglobin yang terdapat di otot .
- Pemeriksaan golongan darah menggunakan serum Anti-A dan Anti-B didasarkan pada reaksi aglutinasi (penggumpalan) antigen pada permukaan sel darah.
2. Sistem Sirkulasi: Jalur Distribusi Nutrisi dan Gas
Pembuluh darah diklasifikasikan berdasarkan arah aliran dan kandungan gas yang dibawanya. Pemahaman jalur sirkulasi sangat krusial untuk menganalisis kesehatan organ.
- Arteri renalis adalah pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen menuju ginjal .
- Vena cava superior dan inferior membawa darah kaya karbon dioksida kembali ke atrium kanan jantung .
- Vena pulmonalis adalah pengecualian unik, karena merupakan pembuluh vena yang membawa darah kaya oksigen dari paru-paru ke jantung.
3. Sistem Pencernaan: Transformasi Kimiawi Nutrisi
Proses pencernaan melibatkan organ-organ yang berfungsi sebagai reaktor kimia untuk memecah makromolekul menjadi sari makanan yang dapat diserap tubuh.
- Lambung berfungsi sebagai tempat pencernaan kimiawi protein pertama kali dengan bantuan enzim pepsin dan asam klorida (HCl) .
- Usus halus (khususnya jejunum dan ileum) merupakan lokasi utama penyerapan glukosa dan sari makanan ke dalam pembuluh darah .
- Hati memproduksi empedu yang disimpan di kantung empedu untuk membantu emulsi lemak sebelum dicerna lebih lanjut .
- Pankreas menghasilkan enzim lipase, amilase, dan tripsin yang disalurkan ke usus dua belas jari.
4. Regulasi dan Homeostasis
Tubuh hewan menjaga keseimbangan internal melalui berbagai sistem kelenjar dan mekanisme seluler.
- Kelenjar minyak (sebasea) pada integumen hewan berfungsi menjaga kelembapan kulit dan mencegah dehidrasi dengan membentuk lapisan hidrofobik.
- Proses penguapan air melalui kulit (keringat) merupakan mekanisme termoregulasi untuk menurunkan suhu tubuh saat lingkungan panas.