Bentang Alam dan Keragaman Sosial Budaya di Indonesia

Tim SoalOSN 2026-01-29 Materi Pokok

Bentang alam atau morfologi permukaan bumi merupakan perwujudan daratan yang sangat beragam, mulai dari pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, hingga wilayah pesisir. Keragaman fisik ini tidak hanya memengaruhi pemandangan visual, tetapi juga menjadi faktor determinan (penentu) utama dalam membentuk pola aktivitas ekonomi, pemukiman, hingga keragaman sosial budaya masyarakat yang tinggal di atasnya.

1. Pengaruh Bentang Alam Terhadap Aktivitas Ekonomi

Masyarakat cenderung beradaptasi dengan potensi alam di sekitarnya. Di wilayah dataran rendah yang subur, aktivitas ekonomi didominasi oleh pertanian sawah dan pusat industri karena aksesibilitas yang mudah. Sebaliknya, di wilayah dataran tinggi atau pegunungan, masyarakat lebih banyak mengandalkan perkebunan holtikultura dan sektor pariwisata. Perbedaan mata pencaharian ini pada akhirnya membentuk struktur sosial yang berbeda antar wilayah.

  • Masyarakat Pesisir: Berorientasi pada sektor kelautan, perikanan, dan perdagangan internasional.
  • Masyarakat Dataran Rendah: Berorientasi pada pertanian pangan, jasa, dan industri manufaktur.
  • Masyarakat Dataran Tinggi: Berorientasi pada perkebunan, kehutanan, dan agrowisata.

2. Hubungan Kondisi Geografis dengan Keragaman Budaya

Isolasi geografis yang disebabkan oleh bentang alam (seperti lautan atau pegunungan tinggi) mengakibatkan masyarakat mengembangkan kebudayaan yang unik secara mandiri. Hal ini menjelaskan mengapa Indonesia memiliki ribuan suku bangsa dengan bahasa, adat istiadat, dan arsitektur rumah adat yang sangat beragam. Kondisi alam memengaruhi bentuk rumah (misalnya rumah panggung di daerah rawan banjir) serta jenis pakaian yang digunakan (kain tipis di pesisir atau wol di pegunungan).

Ilustrasi adaptasi arsitektur rumah adat terhadap kondisi bentang alam setempat.
Ilustrasi adaptasi arsitektur rumah adat terhadap kondisi bentang alam setempat.

3. Dampak Perubahan Bentang Alam terhadap Sosial Budaya

Dinamika sosial budaya juga sangat dipengaruhi oleh perubahan bentang alam, baik secara alami maupun akibat campur tangan manusia (pembangunan). Modernisasi transportasi yang menembus hambatan bentang alam (seperti terowongan gunung atau jembatan antar pulau) mempercepat asimilasi dan akulturasi budaya. Hal ini membawa dampak pada memudarnya beberapa tradisi lokal, namun di sisi lain menciptakan integrasi sosial yang lebih kuat dalam skala nasional.

Sudah paham materinya?

Coba Latihan Soal